Ududtoto – Peluncuran Kimi, model kecerdasan buatan (AI) gratis dari perusahaan teknologi asal Tiongkok, Moonshot, menimbulkan kebingungan di kalangan strategi AI di kalangan pendukung mantan Presiden Donald Trump. Kimi dipandang mampu bersaing dengan model-model berbayar seperti yang diproduksi oleh OpenAI dan Anthropic, sehingga mengurangi motivasi perusahaan AS untuk mengeluarkan dana untuk akses ke solusi berbayar. Peluncuran ini menimbulkan masalah ekonomi dan politik yang serius, terutama bagi pemerintah yang tidak ingin terjadinya lebih banyak kabar buruk, seperti yang dinyatakan oleh Anton Leicht dari Carnegie Endowment.
Dorongan bagi perusahaan untuk berinovasi semakin tertekan mengingat semakin populernya alternatif gratis dari China, seperti Kimi. Penolakan terhadap kehadiran model-model tersebut adalah refleksi dari ketidakpercayaan terhadap perusahaan-perusahaan AI besar di Amerika. Pengenalan pembatasan untuk pusat data baru di New York juga memperterang situasi ini. Keberadaan model-model gratis dari China dianggap mengancam bagi perusahaan-perusahaan Amerika yang berharap dukungan pemerintah untuk perlindungan.
Sementara David Sacks, mantan penasihat Trump, bersikap kritis terhadap permintaan perusahaan AI yang ingin menekan pesaing open source, sikap pemerintah telah beralih ke arah pengaturan yang lebih ketat. Di Washington, terdapat pemikiran bahwa kontrol pemerintah diperlukan untuk menjamin keamanan nasional terhadap kecerdasan buatan yang semakin kuat. Proses peninjauan baru White House untuk model-model AI dirasa akan mempengaruhi perkembangan industri.
Kimi, meski bersaing ketat dengan produk-produk besar, tetap beredar dan gratis digunakan. Dinamika ini menandakan sebuah sinyal bahaya bagi pihak-pihak terkait di AS, yang masih terpecah dalam mencari solusi menghadapi kompetisi dari model-model Cina.



