Ududtoto – Dalam industri chip, posisi dominasi ASML dan TSMC menciptakan kekhawatiran di kalangan beberapa negara dan para pengamat. ASML, produsen mesin litografi utama, dan TSMC, raksasa pembuat chip dari Taiwan, mengendalikan sebagian besar produksi mikrochip global. Duopoli ini tidak hanya berimplikasi terhadap pasar, tetapi juga memiliki dampak geopolitik yang signifikan. Mengantisipasi ancaman dari perkembangan AI di China, pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2019 mendorong Belanda untuk menerapkan embargo, melarang ASML menjual mesin canggihnya kepada perusahaan-perusahaan China.
James Proud, CEO dari startup lithografi Substrate, menyoroti ketergantungan tinggi AS pada rantai pasokan luar negeri yang semakin mahal. Menurutnya, situasi ini menciptakan konsentrasi kekuatan dalam jumlah pemain yang sedikit. Setelah dua dekade ASML memegang kendali, sejumlah pesaing berusaha memasuki arena, dengan China berinvestasi besar-besaran untuk meniru teknologi ASML. Startup seperti Substrate juga berambisi menciptakan mesin litografi yang lebih murah, kecil, dan efisien dibandingkan produk ASML.
Proses pembuatan chip mirip dengan pencetakan pada T-shirt. Proses ini dimulai dengan pola yang digambar pada reticle, yang kemudian diproyeksikan ke wafer silikon dengan bantuan cahaya. Ukuran elemen chip ditentukan oleh panjang gelombang cahaya yang digunakan. Sejarah pembuatan chip menggambarkan pencarian berkelanjutan untuk sumber cahaya yang lebih baik, berpindah dari cahaya tampak ke ultraviolet dalam beberapa dekade terakhir.
Pada awal 2000-an, ASML mengambil langkah berani dengan mengembangkan teknologi EUV, meskipun pada saat itu banyak yang meragukan kelayakannya. Inovasi ini menjadi salah satu kunci keberhasilan ASML dalam mempertahankan posisinya di pasar yang kompetitif dan terus berkembang.




