Ududtoto – Railway, sebuah platform berbasis cloud di San Francisco, baru saja mengumumkan peningkatan pendanaan sebesar $100 juta dalam putaran pendanaan Seri B. Pengumuman ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan aplikasi kecerdasan buatan yang mengungkap batasan infrastruktur cloud yang tradisional. Pendanaan ini dipimpin oleh TQ Ventures dengan partisipasi dari FPV Ventures, Redpoint, dan Unusual Ventures, menjadikan Railway salah satu startup infrastruktur terkemuka yang muncul selama era AI.
CEO dan pendiri Railway, Jake Cooper, menyatakan bahwa permintaan untuk aplikasi semakin tinggi seiring dengan perkembangan model AI yang dapat menulis kode. Railway mengklaim dapat menyelesaikan proses deployment dalam waktu kurang dari satu detik, jauh lebih cepat dibandingkan dengan platform tradisional yang memerlukan waktu beberapa menit. Saat ini, Railway memproses lebih dari 10 juta deployment setiap bulan.
Perusahaan ini memasuki pasar yang sangat kompetitif, bersaing dengan penyedia cloud besar seperti Amazon Web Services dan Google Cloud. Namun, Railway membedakan dirinya dengan mengembangkan pusat data sendiri setelah meninggalkan Google Cloud, yang diyakini akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Railway juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 3,5 kali lipat tahun lalu, meskipun hanya memiliki tim berjumlah 30 orang. Dengan pendanaan baru ini, Railway berencana untuk memperluas jangkauan pusat datanya dan memperbesar tim.
Dalam lima tahun ke depan, Cooper yakin Railway akan menjadi tempat utama untuk pengembangan dan evolusi perangkat lunak, dengan tujuan untuk mencapai pengalaman deployment yang mulus dan tanpa hambatan. Pendanaan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan yang sebelumnya dikenal tanpa pemasaran besar-besaran.